Kum Rahyang: Jaya Jaya Wijayanti

“Kum Rahyang, mohon pengajaran Jaya Jaya Wijayanti.”
— Jogjaide, 24 September 2025

Makna Jaya Jaya Wijayanti

Pengajaran tentang Jaya Jaya Wijayanti adalah sebuah laku pemahaman yang menuntun manusia memahami perjalanan hidup secara utuh: sejak dalam kandungan, saat hidup di dunia, hingga kehidupan setelah kematian.

Jaya (1): Sukses dan berkah selama dalam kandungan ibunda.

Jaya (2): Sukses dalam kehidupan sejak lahir hingga akhir dengan husnul khotimah.

Wijayanti: Sukses dalam kehidupan selanjutnya setelah kematian.

Dari pengajaran ini, kita diingatkan bahwa kesuksesan sejati bukan hanya terbatas pada urusan dunia. Seorang manusia diajak untuk meraih keberkahan dan kebahagiaan di setiap fase perjalanan hidup: dari rahim, ke dunia, hingga alam akhirat.

Memahami Ayat “Lā yukallifullāhu nafsan illā wus‘ahā”

Seringkali ayat ini disalahpahami hanya sebatas bahwa Allah memberikan amanah sesuai batas kemampuan jiwa. Padahal, maknanya lebih dalam: kemampuan jiwa dapat dioptimalkan bahkan dimaksimalkan. Artinya, manusia diberi potensi untuk melampaui batas yang tampak mustahil — hal-hal yang sekilas terlihat di luar kemampuan manusia.

Sejarah membuktikan hal ini. Dahulu, impian manusia untuk terbang hanyalah khayalan. Namun kini, manusia tidak hanya mampu membuat pesawat terbang, tetapi juga pesawat luar angkasa yang menjelajah semesta. Apa yang dulu dianggap mustahil, menjadi nyata ketika jiwa dan akal manusia dimaksimalkan.

Perkembangan Teknologi dan AI

Kemampuan ini juga terlihat dalam perkembangan kecerdasan buatan (AI). Rahyang sudah mengenal konsep AI sejak 1990-an. Tetapi baru dalam dekade terakhir, AI berkembang pesat hingga masuk ke dunia robotik dan otomasi. Di banyak negara maju, AI telah menjadi produk nyata yang mengubah peradaban.

Sayangnya, di negeri ini AI masih sebatas riset dan wacana. Sementara itu, Tiongkok dan negara lainnya sudah melahirkan teknologi yang kongkret dan siap digunakan. Kondisi ini mencerminkan adanya keterkungkungan pada dogma dan doktrin, yang sering membatasi potensi manusia untuk melampaui batasnya.

Mengingat Kejayaan Leluhur Nusantara

Padahal, jika kita menengok jauh ke masa lalu, leluhur Nusantara adalah generasi yang hebat dengan peradaban tinggi. Lemuria dan Sunda Land adalah bukti bahwa bangsa ini pernah memiliki tingkat kebudayaan dan peradaban yang luar biasa.

Maka, pengajaran Jaya Jaya Wijayanti bukan hanya sebatas doa sukses di setiap fase kehidupan, tetapi juga dorongan untuk mengoptimalkan potensi jiwa, akal, dan budi. Dengan itu, manusia Nusantara dapat kembali menghidupkan kejayaan leluhur, sekaligus memberi sumbangsih bagi peradaban dunia.

“Jaya sejak dalam kandungan. Jaya hingga akhir kehidupan. Wijayanti dalam kehidupan setelah kematian. Inilah laku kesempurnaan manusia.”